Jelajah Jalur Pantai Barat Sumatera

Logo Touring

Mengakhiri tahun 2015 ini, Ertiga Club Indonesia Chapter Palembang atau biasa disebut ERCI chapter Palembang mengadakan touring sesuai dengan agenda yang telah direncanakan sebelumnya. Kali ini ERCI chapter Palembang melakukan touring ke Bengkulu dengan tema, “Tour de Bengkulu, Jelajah jalur Pantai Barat Sumatera”. Sengaja dipilih Bengkulu karena jalurnya yang menantang, pemandangan alam terutama jalur pantainya yang indah dan menawan, sehingga akan memacu adrenalin peserta, juga menambah pengalaman mengendarai ertiga dijalur yang komplit; ada tanjakan dan turunan curam, jalan rusak, tikungan tajam, dan jalan sempit. Selain itu kunjungan ke Bengkulu juga dalam rangka meresmikan Erci Chapter Bengkulu, nantinya akan diresmikan oleh Ketua Erci Chapter Palembang sebagai perwakilan dari Ketua Umum Erci Nasional; Om Hendar Erci 0001, setelah restu pembentukan Chapter Bengkulu telah disetujui sebelumnya

Touring ini dilaksanakan tgl 24-27 Desember 2015, berkenaan dengan libur panjang anak sekolah. Sebelumnya telah dibentuk tim panitia Touring dengan ketua Om Junaidi, Erci 0975. Tugas tim ini adalah menyiapkan segala sesuatunya berkaitan dengan touring yang akan dilaksanakan nantinya, sehingga dapat berjalan dengan baik, diantaranya, persiapan pemesanan hotel, kegiatan Bakti sosial, pembentukan tim leader saat touring, agenda kegiatan, bahkan kegiatan anak-anak pun juga diagendakan.

Setelah agenda touring ini diumumkan ke member Erci chapter Palembang, maka tidak butuh waktu lama, member-member yang antusias dengan touring mulai mendaftar, sehingga terkumpul lah 22 member Erci Chapter Palembang yang siap ikut touring. Peserta touring kali ini adalah yang terbanyak dari 3 kali touring yang pernah dilakukan Erci Chapter Palembang.

Mendekati hari H touring, para member sudah tidak sabar untuk segera touring, mereka mempersiapkan mobil Ertiga mereka sebaik mungkin, salah satunya melakukan service kendaraan di NSCB (Nusa Sarana Citra Bakti) Palembang selaku main dealer Suzuki Sumbagsel, dan sponsor touring, kemudian mempersiapktan HT yang merupakan perangkat wajib saat touring,

Hari yang dinantikan telah tiba, Kamis 24 Desember 2015, peserta siap melakukan touring. Telah ditentukan bahwa titik kumpul peserta adalah depan rumah dinas Gubernur, jalan Demang Lebar Daun, start mulai jam 06:00. Jalur yang akan dilewati saat berangkat adalah: Palembang – Prabumulih – Baturaja – Muara Dua – Ranau – Liwa – Krui – Bengkulu, via jalur pantai barat Sumatera. Jarak yang ditempuh menurut data GPS adalah sejauh 714 km. Kelompok peserta di bagi dua tim, tim pertama di sebut tim Alfa, dengan Captain Om Junaidi Erci 0975, Safety Car Om Afriyanto Erci 1611, dan Sweeper Om Yudi Erci 1617. Tim kedua disebut juga tim Bravo sebagai Captain Om Ahmad Fatoni Erci 0969, Safety Car Pakdhe Jarwo Erci 1887, dan Sweeper Om Benny Erci 1607

001

002

003

Rombongan dari Palembang berjumlah 13 mobil menuju NSCB Prabumulih, kemudian bergabung dengan peserta dari Prabumulih sebanyak 7 member. Di Prabumulih rombongan istirahat sejenak. Pihak NSCB telah menyediakan snack untuk sarapan maupun bekal perjalanan. Rombongan Touring dilepas oleh perwakilan NSCB Prabumulih dengan mengangkat bendera start, tepat jam 09:00, menuju Baturaja.p

 

Sampai di Baturaja jam 13:00, rombongan kembali beristirahat untuk makan siang dan sholat. Makan siang telah disiapkan oleh pihak NSCB baturaja. Rombongan pun meneruskan perjalanan dengan penambahan peserta 1 orang, dan nanti ketika melewati Muara Dua, rombongan bertambah 1 lagi sehingga saat perjalanan menuju Ranau dan seterusnya, jumlah peserta sudah genap menjadi 22 mobil/member. Jika dihitung dengan anggota keluarga yang ikut, maka rombongan touring kali ini berjumlah kurang lebih 107 orang.

004

005

Jalur menuju Ranau hingga krui sudah memacu adrenalin peserta, saat hari mulai gelap, jalanan mulai banyak tanjakan, turunan, dan tikungan tajam, dimana sebagian kanan kirinya adalah jurang, diperlukan konsentrasi dari para member saat mengendarai ertiga mereka. Tentunya tugas captain disini sangat berperan, dalam menginformasikan keadaan jalan yang dilalui kepada peserta dibelakangnya.

Rombongan sampai di Krui sekitar jam 20:00, untuk kemudian istirahat menuju Hotel dan Vila Monalisa yang dipesan sebelumnya. Esok harinya, Jumat 25 Desember 2015 rombongan kembali melakukan perjalanan dengan tujuan akhir bengkulu. Rombongan berangkat jam 08:30, setelah sebelumnya sempat foto bersama dipantai dekat villa menginap, kemudian dilanjutkan briefing dan doa.

 

Dari catatan odometer yang tertera di dashboard Ertiga rombongan telah menempuh jarak 437 km. Masih sekitar 277 km lagi jarak menuju Bengkulu. Medan yang dilalui lebih ekstrim daripada jalur sebelumnya, peserta melewati jalur sepanjang pantai, ada jalur menanjak dan menikung, turunan tajam lalu menikung, jalan rusak, mulus dan jalan sempit, akibat longsor. Bahkan peserta juga melewati jalur hutan Taman Nasional Bukit Barisan, yang katanya sering melintas hewan liar. Peserta melewati jalur itu sudah malam, dan Alhamdulillah kami tidak menemukan hewan liar yang melintas. Jalur sebagian besar mulus, hanya ada beberapa titik yang rusak dan menyempit akibat longsor

Ketika melewati jalur pantai, kami sempat berhenti sejenak untuk mengambil view yang bagus untuk berfoto. Kami melewati sunset di pantai Kab Manna, dan mengambil beberapa view saat sunset. Benar-benar indah adanya, pemandangan saat sunset, dimana matahari tenggelam di telan ufuk barat diujung laut. Perjalanan selanjutnya masih melalui jalan yang menantang adrenalin, menanjak, turunan, tikungan, harus kami lahap dengan sukses dimalam hari

006

007

Kami sampai dipinggiran kota Bengkulu jam 22:00 disambut member Erci Bengkulu yang dikomandoi Om Dony Erci 2802. Rombongan kemudian menuju hotel yang telah dipesan sebelumnya yaitu Resort Pasir Putih, Jalan Pantai Panjang, dengan penunjuk jalan Erci chapter Bengkulu. Disaat kami mulai lelah dengan perjalanan yang panjang, tidak lupa kami mengucapkan rasa syukur kami kepada Alloh SWT, kami tiba di Bengkulu dengan selamat. Beberapa member sempat menyantap durian yang telah disiapkan, beberapa member yang lain langsung tidur kecapekan.

Hari ketiga touring, Sabtu 26 Desember 2015.

008

Kami memulai hari dengan senam pagi , didepan penginapan dengan instruktur Tante Anita Erci 1601, diteruskan dengan pengundian door prize. Agenda selanjutnya adalah berdarma wisata mengunjungi Rumah bekas pengasingan Bung Karno di Bengkulu dari tahun 1938-1942. Dirumah inilah Bung Karno tinggal selama pengasingan, ditemani istri pertamanya Ibu Inggit Ganarsih. Didalam rumah terdapat peninggalan-peninggalan yang bernilai sejarah, seperti seperangkat meja kursi yang pernah diduduki Bung Karno, sepeda Onthel yang juga pernah dipakai Bung Karno, tempat tidur yang pernah beliau pakai bersama istri beliau. Dirumah itu juga terdapat lukisan Ibu Fatmawati yang masih gadis dan sangat cantik.

009

Setelah berkunjung ke Rumah itu, kami menyempatkan diri untuk mencari oleh-oleh baik makanan maupun hasil kerajinan khas Bengkulu di toko-toko sepanjang jalan dimana Rumah tempat pengasingan itu berada. Kami meninggalkan tempat itu jam 09:00 untuk kemudian menuju Benteng Marlborough.

Menurut Wiki Benteng Marlborough (Inggris:Fort Marlborough) adalah benteng peninggalan Inggris di kota Bengkulu. Benteng ini didirikan oleh East India Company (EIC) tahun 1713-1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris. Konon, benteng ini merupakan benteng terkuat Inggris di wilayah Timur setelah benteng St. George di Madras, India. Benteng ini didirikan di atas bukit buatan, menghadap ke arah kota Bengkulu dan memunggungi samudera Hindia. Marlborough masih berfungsi sebagai benteng pertahanan hingga masa Hindia-Belanda tahun 1825-1942, Jepang tahun 1942-1945, dan pada perang kemerdekaan Indonesia. Sejak Jepang kalah hingga tahun 1948, benteng itu manjadi markas Polri. Namun, pada tahun 1949-1950, benteng Marlborough diduduki kembali oleh Belanda. Setelah Belanda pergi tahun 1950, benteng Marlborough menjadi markas TNI-AD. Hingga tahun 1977, benteng ini diserahkan kepada Depdikbud untuk dipugar dan dijadikan bangunan cagar budaya.

010

Kami berkunjung ke Benteng ini hingga Jam 12:00, untuk selanjutnya melakukan perjalanan lagi menuju Suzuki main dealer Bengkulu yaitu PT Kangaroo Motor Mandiri, untuk bersilaturahmi dengan perwakilan Suzuki Bengkulu, dilanjutkan makan siang. Beberapa peserta juga memeriksakan kendaraannya kepada mekanik Suzuki jika merasa ada yang tidak beres dengan mobilnya. Kami istirahat di Suzuki Main Dealer Bengkulu hingga jam 14:00

011

Selanjutnya kami kembali melanjutkan perjalanan mengunjungi Panti Asuhan Tunas Harapan yang terletak di kelurahan Jitra Bengkulu. Selain bersilaturahmi dengan anak-anak panti kami juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai. Diiringi dengan doa yang tulus, semoga mereka bisa menjadi anak-anak yang mandiri, berguna bagi nusa dan bangsa kelak. Setelah beranjangsana, kami meneruskan perjalanan menuju Pantai Jakat, yang merupakan primadona pariwisata Bengkulu.

012

Pantai Jakat adalah Pantai yang terletak sekitar 1 km dari pusat kota Bengkulu, pantai ini memiliki pesona yang sangat memukau. Ketika menyaksikan pesona matahari terbit dan tenggelam, merasakan semilir angin pantai yang sejuk dan tenang, dan ritme suara deburan ombak yang harmonis. Membuat nyaman dan betah untuk berlama-lama disana. Sebagian anak anak ada yang berenang atau sekedar bermain pasir. Disana juga diadakan game untuk anak, yaitu memindahkan bola dari gelas satu ke gelas lainnya dengan cara ditiup. Dan dimenangkan oleh Indri, anak dari penulis. Hehehehe.

IMG-20151228-WA0048

013

Setelah puas main dipantai, rombongan pulang menuju hotel untuk istirahat sejenak, sholat mahgrib, dan untuk kemudian bersiap siap bersama keluarga menuju Kemuning restoran untuk makan malam, diikuti acara peresmian Erci Chapter Bengkulu. Dress code peserta adalah baju Erci nasional.

Gala dinner di Kemuning Restoran berlangsung semarak, setelah makan malam, acara peresmian dengan pembawa acara Om Beny berlangsung hikmat. Sebelumnya ada kata sambutan dari pihak Suzuki Bengkulu diwakili oleh Bapak Juniansyah selaku branch Manager Suzuki main delaer Bengkulu, mengucapkan terima kasih atas kunjungan member Erci Chapter Palembang ke PT Kangaroo Motor mandiri selaku main dealer Suzuki Bengkulu, selanjutnya Om Afri selaku ketua Erci Chapter Palembang sebagai perwakilan dari Ketua Umum Erci Nasional meresmikan terbentuknya Erci Chapter Bengkulu, dengan ketuanya Om Donny, wakil ketua Om Oca, Sekretaris Om Iwan, dan bendahara Om Beni. Erci semakin jaya dan berkembang, sesuai slogan Erci “Kita bukan sekedar teman, Kita adalah keluarga”. Terasa sekali rasa kekeluargaan yang terjalin antara Chapter Palembang dan Chapter Bengkulu. Acara diselingi tukar kado anak-anak, dimana kado telah dipersiapkan sebelumnya oleh orang tua mereka masing-masing. Beberapa member menyumbangkan lagu, member yang lain asik bergoyang. Acara ini berakhir kira-kira jam 22:00, member kembali ke hotel untuk beristirahat

014

Hari terakhir Touring, Minggu 27 Desember 2015

Hari Minggu kembali kami mengawali hari dengan senam dikomandoi tante Anita, diikuti dengan door prize. Setelah itu kami mandi dan berkemas-kemas, karena hari ini kami akan meninggalkan Bengkulu kembali menuju Palembang. Jalur yang akan kami lewati adalah Bengkulu – Curup – Lubuk Linggau – Sekayu – Musi Banyuasin – Palembang. Jarak yang akan ditempuh berdasarkan data GPS adalah 455 km

015

016

 

1917439_211978939136928_879889123733352846_n

Sebelum berangkat, kami briefing dan berdoa mohon keselamatan kepada Alloh SWT, tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada member Erci Chapter Bengkulu yang telah dengan rela melayani, dan membantu kami selama di Bengkulu. Kami meninggalkan hotel jam 09:00 menuju Palembang. Perjalanan panjang akan kembali kami lalui. Sampai di Lubuk Linggau jam 14:30, berhenti di NSCB Lubuk Linggau untuk ishoma. Lepas itu kami meneruskan perjalanan kembali. Selama perjalanan tidak henti-hentinya kami tertawa lepas karena guyonan yang disampaikan oleh beberapa member melalui HT. Kami juga sempat mengadakan lomba irit BBM selama perjalanan pulang, start dari Musi Banyuasin hingga Palembang, Lomba ini dimenangkan oleh Om Fatah Erci 1613, dengan pencapaian 24,xx km/liter. Hadiahnya adalah gantungan kunci khas dengan lambang Erci. Akhirnya rombongan touring sampai di Palembang pada hari senin, 28 Desember 2015 jam 01:00. Alhamdulillah, selama perjalanan berangkat maupun pulang, tidak ada kendala yang berarti,  yang ada adalah tantangan menaklukkan medan perjalanan. Trip Ordometer di mobil menunjukkan angka 1293, dengan konsumsi premium sekitar 600 ribuan rupiah. Ya itulah panjang perjalanan touring kami kali ini, sebuah perjalanan panjang yang melelahkan, menegangkan tapi membahagiakan dan terpuaskan dengan pesona alam, pengetahuan sejarah dan keakraban antar keluarga. Terbukti Ertiga memang Aman, Mewah, Irit dan Nyaman. Puas sudah kami menutup tahun ini dengan touring bersama Erci. “Kita bukan sekedar teman, Kita adalah Keluarga.”

017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here